Buscar

Senin, 12 Agustus 2013

Cerita di Bulan Ramadhan 1434 H

Cerita dimulai dari sebuah kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulan ramadhan, yaitu kegiatan TPA ya, kegiatan ini bisa jadi adalah kegiatan yang sudah hampir ditinggallkan oleh masyarakat sekarang ini. ya kebetulan aku sudah melakukan kegiatan KKN ( Kuliah Kerja Nyata),yang kebetulan dalam program pokok KKN ada pengajar TPA. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan dalam seminggu, kondisi TPA di tempat KKN kami dapat dikatakan sedikit memprihatinkan, karena anak anak - anak didesa tersebut terakhir kali melakukan TPA pada bulan Februari 2013. dalam melakukan kegiatan TPA ini dibagi menjadi beberapa tugas, antara lain mengajar tentang hafalan doa-doa sehari hari,dan juga belajar mengenai bahasa asing yaitu bahasa Inggris dan bahasa daerah kami masing-masing, maklum saja tim KKN kami terdiri dari daerah di Indonesia atara lain 1 orang dari Nangroe Aceh Darussalam,2 orang dari Ternate, 2 orang dari Medan,2 orang dari Klaten, dan yang 2 orang terakhir berasal dari tuan rumah yaitu Yogyakarta dan lainya berjumlah 1 orang berasal dari Magelang,Temanggung, Pulau Bangka,Palembang, Kepulauan Natuna dan tentu saja yang paling fenomenal adalah dari Kebumen. kenapa aku katakan paling fenomenal, ini sikarenakan orang yang berasal mempunyai bahasa yang lucu, ya dan paling ditunggu ehehehhehe

Sabtu, 23 Februari 2013

Tindak Pidana Komputer

Pada awalnya tindak pidana komputer disebut dengan kejahatan komputer yang sasarannya ada data yang ada didalam komputer tersebut. Pada tahun 2000 an mulai disebut Cyber Crime ( Kejahatan Telematika ) yang sasarannya berbeda dengan kejahatan komputer, cyber crime jangkauan ilmunya lebih luas yaitu meliputi komputer dan jaringannya ( internet).
pada Tahun 1980 an, Apple sudah meluncurkan program Windows, Microsoft muncul dengan Windows baru pada awal 90 an.
Perilaku negatif yang disebabkan oleh internet :

  1. Pornografi, pedopilia,pelacuran dan kesusilaan
  2. Kejahatan Ekonomi seperti penipuan dan pemerasan
  3. perjudian 
  4. cyber Terorist

Rabu, 16 Januari 2013

Isak Tangis Iringi Napi Korupsi ke Sukamiskin

Besar Kecil Normal

TEMPO.CO, Jakarta -Isak tangis keluarga mengiringi keberangkatan narapidana kasus korupsi Jawa Timur di Stasiun Gubeng, Surabaya, Rabu, 16 Januari 2013. Sejak pagi, puluhan keluarga ini sudah menanti di area Stasiun Gubeng. Ada yang membawa bingkisan berupa pakaian dan ada juga yang membawa makanan.

"Sebanyak 30 narapidana dikirim ke Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin di Bandung, Jawa Barat, dengan menumpang Kereta Api Argo Wilis yang berangkat dari Stasiun Gubeng Surabaya," kata Kepala Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional VIII Surabaya. Sejak Januari lalu, Lapas Sukamiskin ditetapkan sebagai lembaga permasyarakat untuk kasus korupsi sejak akhir Desember lalu.

Rombongan narapidana ini dinaikkan ke barisan gerbong 5 atau gerbong terakhir dari rangkaian kereta api. Sejumlah 13 orang petugas gabungan dari kepolisian, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia wilayah Jawa Timur.

Juru bicara Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Wilayah Jawa Timur, Priyambodo Ari Wibowo, mengatakan pemberangkatan narapidana tersebut dilakukan setelah selesai urusan administrasi dan koordinasi pengajuan pengawalan dari Polda Jatim."Hari ini kami berangkatkan 30 koruptor. Sedianya kami berangkatkan 33 orang, tapi tiga yang lain masih bermasalah,” kata Priyambodo. Dua narapidana masih berstatus sebagai saksi dalam perkara lain, sedangkan satu narapidana lainnya sakit.

Dari 30 tahanan, tampak mantan Direktur Utama PD Pasar Surya Surabaya, Sucipto. Untuk menghindari sorotan kamera, wajah Sucipto ditutupi dengan kaos yang dipakainya. Dia sempat diperingatkan petugas. "Pak, awas jatuh," kata petugas tahanan ini ke Sucipto.

Dengan menggunakan seragam tahanan berupa kaos oblong warna biru bertuliskan Warga Binaan Klas I Surabaya dengan kedua tangan diborgol, mereka berangkat menuju Stasiun Kereta Api Gubeng Surabaya. Bus keluar dari pintu sebelah kiri pintu gerbang Lapas Kelas I Surabaya di Porong. Di depan bus, sebuah mobil sedan patroli dengan sirine meraung mengawal bus berwarna biru tua itu. Di belakang bus, tampak sebuah minibus dengan penumpang berseragam lapas.

SONY WIGNYA WIBAWA

sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/01/16/063454833/p-Isak-Tangis-Iringi-Napi-Korupsi-ke-Sukamiskin

Bagaimana Jadi Pemimpin?

Rifa Nadia Nurfuadah
Rabu, 12 Desember 2012 14:08 wib

JAKARTA - Mendengar kata pemimpin tentu yang terbayang adalah mereka yang menjalankan roda pemerintahan seperti presiden, atau para direktur yang memastikan bisnis perusahaannya berjalan lancar. Padahal, dalam kehidupan sehari-hari sebagai pelajar atau mahasiswa, kita juga menemukan banyak pemimpin. Sebut saja, ketua kelas, ketua OSIS, ketua BEM hingga dalam taraf kecil, ketua kelompok belajar atau tugas.

Terkadang, kita mengajukan segudang alasan untuk menolak ketika ditunjuk menjadi pemimpin. Tidak heran, menjadi pemimpin memang tugas yang cukup berat. Tetapi, menurut Sean Covey, penulis berbagai buku motivasional seperti The 7 Habits of Highly Effective Teens, menjadi pemimpin adalah sebuah tugas mulia.

"Sebab kita bisa mengarahkan orang ke jalan yang lebih baik. Kita punya kekuatan untuk mengubah orang lain ke arah yang kita inginkan demi mencapai tujuan bersama," kata Covey dalam seminar dan peluncuran buku terbarunya The 4 Disciplines of Execution di Financial Club, Grha Niaga, Jakarta, Rabu (12/12/2012).

Perubahan perilaku, kata Covey, merupakan salah satu strategi yang perlu diambil untuk mencapai tujuan. Pemegang gelar MBA dari Harvard Business School itu menegaskan, untuk menyelesaikan suatu tugas, tidak jarang kita harus mengubah banyak orang yang bekerjasama dengan kita. Sebuah survei memperlihatkan, sekira 65 persen inisiatif dalam kelompok kerja membutuhkan perubahan perilaku yang signifikan pada anggota kelompoknya.

"Di sinilah beratnya tugas pemimpin. Bayangkan, mengubah diri sendiri saja sulit, apalagi mengubah orang lain," imbuhnya.

Menjadi pemimpin juga berarti menentukan tujuan yang harus dicapai kelompok kita dan bagaimana strategi eksekusi yang paling efektif untuk tujuan tersebut. Sayangnya, sering kali, seorang pemimpin memiliki satu ide dan tujuan brilian namun kebingungan dalam menentukan strategi yang akan diambilnya. Belum lagi faktor tanggung jawab sehari-hari yang harus diselesaikan anak buah turut menjadi penghambat suksesnya pencapaian goal tersebut. Padahal, semua anggota tim harus melakukan upaya maksimal demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan organisasi.

Nah, jika kita kebetulan ditunjuk menjadi pemimpin kelompok, baik besar atau kecil, tidak perlu gusar. Dalam buku terbarunya, pria kelahiran 17 September 1964 itu punya empat formula yang dapat diterapkan agar kita mampu mengeksekusi strategi hingga mencapai hasil yang diinginkan. Tentu saja, eksekusi strategi ini perlu kita lakukan bersama-sama dengan anggota kelompok lainnya.

1. Focus on the Wildly Important

Ini merupakan langkah pertama yang sangat vital dalam dinamika organisasi. Seorang pemimpin harus mampu mengarahkan anggotanya untuk memfokuskan pekerjaan pada hal-hal yang sangat penting. Dia harus mampu menciptakan suasana agar setiap anggota tim memberikan upaya terbaik terhadap beberapa tujuan yang paling penting, daripada sekedar memberikan upaya yang biasa-biasa untuk beragam tujuan.

Menurut Covey, akan lebih banyak ide bagus pada sebuah organisasi ketimbang kemampuan untuk mengeksekusinya. Dia mengilustrasikan jika seorang pemimpin memberi dua hingga tujuan yang harus dicapai anak buahnya, maka kemungkinan besar semua tujuan akan tercapai dengan maksimal. Jika dia menetapkan 4-10 tujuan, hanya satu atau dua tujuan yang akan tercapai. Dan jika lebih banyak lagi tujuan yang ditetapkan, misalnya 11 hingga 20 buah, tidak akan ada satu pun yang diselesaikan.

"Eksekusi hebat untuk ide tidak terlalu hebat lebih baik ketimbang eksekusi biasa saja untuk sebuah ide brilian," ujar Covey.

2. Act on the Lead Measures

Prinsip kedua adalah, sebagai pemimpin kita harus mampu menentukan hal-hal apa saja yang dapat menggerakkan kita dan tim untuk mencapai tujuan. Jika sudah ketemu, maka selanjutnya kita harus fokus bekerja pada hal-hal tersebut.

Alumnus Sastra Inggris dari Brigham Young University (BYU), tersebut menjabarkan, lead measures adalah hal-hal yang memprediksi hasil. Jika lead measures berubah, maka kita bisa memprediksikan bahwa ukuran hasil yang akan kita capai pun akan berubah. Selain itu, lead measures juga dapat dipengaruhi secara langsung oleh tim.

"Artinya, tim bisa mencapai lead measures tanpa ketergantungan dengan tim lain," tuturnya.

3. Keep a Compelling Scoreboard

Prinsip ini berarti seorang pemimpin harus mencatat pencapaian tim dan anggotanya dalam papan skor. Selain itu, dia juga harus memastikan setiap orang mengetahui hasil pencapaiannya secara mudah setiap saat.

Covey memaparkan, papan nilai ini diperuntukkan bagi sleuruh anggota tim. Angka-angka dalam papan nilai ini akan memotivasi anggota tim untuk bekerja lebih giat lagi. Mereka yang mengetahui sedang dalam "kekalahan", tentu akan mencari strategi untuk menang.

"Untuk mendorong eksekusi, kita membutuhkan papan nilai yang memiliki beberapa grafik sederhana; di sinilah seharusnya kita berada, dan di sinilah kita saat ini berada. Dalam lima detik atau kurang, siapa pun bisa memastikan apakah sedang menang atau kalah," paparnya.

4. Create a Cadence of Accountability

Seorang pemimpin harus mampu menciptakan irama akuntabilitas, yakni sebuah siklus berulang yang menunjukkan kinerja masa lalu dan rencana untuk menggerakkan skor ke depan.

"Akuntabilitas dalam tim dibagi bersama. Kita membuat komitmen, lalu kita bertanggung jawab pada atasan. Tetapi yang lebih penting, kita bertanggung jawab pada satu sama lain, sesama anggota tim," ujar Covey.

Praktik prinsip keempat ini adalah dengan melakukan pertemuan secara rutin untuk menjaga akuntabilitas setiap orang dalam pencapaian Wildly Important Goals. Rapat rutin yang dihadiri seluruh anggota tim akan mengingatkan kembali apa saja yang menjadi tujuan utama kita di samping berbagai tugas keseharian yang harus kita tunaikan.

"Hasil yang dapat kita capai dengan disiplin mengadakan rapat sekali seminggu membahas sebuah sasaran selama jangka waktu yang panjang ternyata sangat menakjubkan," tutur Covey.

Keempat formula ini dapat membantu setiap pemimpin membawa timnya mencapai hasil dengan melakukan eksekusi atas strategi yang telah ditetapkan dengan mengubah perilaku setiap anggota tim. Meski demikian, prinsip-prinsip ini juga dapat diimplementasikan pada skala individu. Sekarang, sudah siap menjadi pemimpin, kan?(rfa)


Take from : http://kampus.okezone.com/read/2012/12/12/373/731031/bagaimana-jadi-pemimpin

Rabu, 26 September 2012

8 Penyebab anda jadi gampang marah

KOMPAS.com - Marah merupakan emosi yang sehat seperti halnya menangis atau tertawa. Jika seseorang marah, penyebabnya bisa karena kecewa, takut, tersinggung atau merasa terluka. Namun, jika Anda menemukan orang terdekat marah secara berlebihan, selidiki dulu apakah ia dalam pengaruh pengobatan atau menderita suatu penyakit.

Dr. Helen Stokes Lampard dari Royal College of General Practitioners mengatakan, ada sejumlah kondisi medis dan obat-obatan yang dapat menyulut kemarahan seseorang. Berikut adalah 8 hal yang sering dilaporkan terkait tingkat kemarahan di antara pasien :
 
1. Hipertiroidisme
Hipertiroidisme terjadi karena kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid terlalu banyak. Kondisi ini biasanya banyak dialami para wanita. Menurut Dr. Neil Gittoes, seorang ahli endokrinologi di University Hospitals Birmingham and BMI the Priory Hospital, Birmingham, hormon tiroid mempengaruhi sistem metabolisme Anda. Hal ini akan meningkatkan kegelisahan, gugup, serta sulit berkonsentrasi. Ketika tiroid terlalu aktif, ini dapat menjadi alasan mengapa Anda mudah berteriak kepada anak-anak Anda, suami, atau orang lain.
 
2. Obat kolesterol
Statin yang diresepkan sebagai obat kolesterol tinggi menimbulkan efek samping yang menyebabkan seseorang mudah kehilangan kesabaran. Dalam sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari Universitas California, statin akan membuat serotonin lebih rendah, yang menyebabkan peningkatan depresi dan kematian.
 
3. Diabetes
Seorang penderita diabetes yang kekurangan gula darah akan meningkat kemarahannya. Ketidakseimbangan kadar gula pada tubuh dapat menyebabkan ketidakseimbangan serotonin dalam otak. Akibatnya, sesorang menjadi lebih agresif, kebingungan, marah berlebihan dan bahkan serangan panik.
 
4. Depresi
Menurut Paulus Blenkiron, seorang psikiater di Bootham Park Hospital, York, akibat depresi seseorang dapat merasa sangat marah, gelisah serta menyebabkan perasaan tidak berharga, malu atau merasa bersalah.
 
5. Autisme
Gangguan perkembangan ini bisa mempengaruhi pertumbuhan otak secara normal serta ketrampilan sosial dan komunikasi. Banyak hal yang menstimulasi sensorik dapat meningkatkan kemarahan penderita autisme.
 
6. Alzheimer
Penyakit ini merupakan bentuk demesia atau kepikunan yang mempengaruhi fungsi otak termasuk perilaku emosional dan kepribadian seseorang. Hal ini dapat menyebabkan ledakan kemarahan.
 
7. Obat tidur
Obat-obat tidur seperti Benzodiazepin bekerja dengan memperlambat berbagai fungsi otak. Dengan pengurangan beberapa fungsi, obat tidur ini bisa menambah kemarahan seseorang.
 
8. Sindrom pra menstruasi
Sindrom pra menstruasi (PMS) pada wanita terjadi karena tidak seimbangnya hormon seperti estrogen dan progesteron. Wanita menjadi lebih mudah marah tanpa alasan yang jelas. Menurut American College of Obstetrics and Gynecology, mood wanita bisa berubah selama dua minggu terakhir siklus menstruasi atau dua minggu sebelum menstruasi. Melihat delapan penyebab di atas, Anda kini mengerti bahwa kemarahan orang yang Anda cintai belum tentu berasal dari ego nya. Penyakit dan obat-obatan dapat mempengaruhi serotonin dalam otak dan memicu kemarahan yang tidak wajar. 

Sumber: www.medicaldaily.com

Penulis : Natalia Ririh | Selasa, 28 Agustus 2012 | 18:04 WIB

 
Jendela Khasanah | Copyright © 2011 Diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger