Buscar

Jumat, 14 Januari 2011

Kata - kata Mutiara Bung Karno

Beberapa kata-kata adalah sebagai berikut.

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)

“Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno)

“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno)

“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno)

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)

“Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan” (Bung Karno)

“Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali “. (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno)

“Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno)

“Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya” (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno)

“Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno)

“Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno)

“Aku Lebih suka lukisan Samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, “Kadyo siniram wayu sewindu lawase” (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno)

“Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.” ( Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno)

"Aku sangat mencintai keluargaku, Aku juga sangat mencintai rakyatku, Tapi seandainya aku harus memilih salah asatu diantara kedua itu, maka aku akan memilih rakyatku " (Bung Karno)

Ini dadaku, mana dadamu?
Kalau Malaysia mau konfrontasi ekonomi
Kita hadapi dengan konfrontasi ekonomi
Kalau Malaysia mau konfrontasi politik
Kita hadapi dengan konfrontasi politik
Kalau Malaysia mau konfrontasi militer
Kita hadapi dengan konfrontasi militer
(Bung Karno)

"Kalau kata-kata tidak dapat menyehatken jiwa yang keblinger, apa boleh buat; turunlah senjata berbicara dengan bahasa yang lebih kuat" (Bung Karno)

Jumat, 12 November 2010

Hijjaz sebelum mata terlena

Selimut diriku

Dengan sutra kasih sayangMu

Agar lena nanti, aku mimpikan surga yang indah

Abadi

Pabila ku terjaga

Dapat lagi kurasai

Betapa Harumnya. wangi surga firdausi

oh illahi

Rabu, 10 November 2010

Cantik, ijinkan aku menunduk

Demi Allah,

aku tak tahu apa harus kukecam hawa nafsuku,

atas cinta

Atau mataku yang menggoda,ataukah hati ini

Jika kukecam hati, ia berkata : Ini Gara - gara mata yang memandang!

Dan jika kuhardik mata, ia berdalih : Ini kesalahan hati!

Mata dan hati telah dialiri darah,

Maka wahai Rabbi, jadilah penolongku atas mata dan hati ini

( Kata - kata seorang penyair yang dikutip oleh Syaikh ' Abdul ' Aziz Al Ghazuli dalam Ghadhdhul Bashar)

Minggu, 29 Agustus 2010

3 Tingkatan Syukur Bagi Mahasiswa

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Pertama mari kita panjatkan kehadirat Allah SWT. dan tak lupa kita kepada jujungan kita Nabi Muhammad SAW.
Pada kesempatan hari ini saya akan menyampaikan 4 tingkatan syukur bagi mahasiswa di lihat dari segi Trasportasi, unsur - unsurnya yaitu

  1. Jika kita di berikan kendaraan seperti mobil bagi yang mampu maka kita harus bersyukur karena sudah di berikan oleh Allah SWT kendaraan dan kita jangan lupa tetap rendah hati kepada semua teman di sekeliling kita.
  2. Tingkatan kedua yaitu jika kita di titipkan sebuah sepeda maka jangan lah mengeluh terima dengan senang hati toh pakai sepeda bukan sebuah "aib" justru dengan sepeda kita mendukung program Pemerintah seperti kita semua ketahui pemerintah menggalakkan Mari bersepeda minimal 2 kali seminggu.
  3. Tingkatan yang ketiga yaitu jika kita berjalan kaki maka janganlah pula merasa iri terhadap teman- teman kita yang memiliki kendaraan sebaiknya kita tetap bersyukur karena Allah pernah bersabda : Barang Siapa yang berjalan menuju Taman Surga ( Sekolah , Kampus dan Perpustakaan) Maka Allah akan memberi pahala kepada orang tersebut.
Kesimpulan : Sebaiknya kita wajib bersyukur atas apa yang telah Allah SWT kepada kita semua
Wassalam

Rabu, 21 Juli 2010

Detik Terakhir aku di Kebumen

Tiba saatnya aku meninggalkan tanah kelahiranku Kebumen . aku merasa ada sesuatu yang hilang dalam hatiku aku dilimuti rasa kehilangan yang sangat mendalam tapi bukan soal cerita tentang cinta walaupun aku pernah merasakan itu tetapi kali ini berbeda yaitu rasa berat meninggalkan kampung halaman karena aku harus meninggalkan orang tua, teman - teman baiku saat di kebumen. Tetapi inilah jalan yang sudah di takdirkan oleh Allah SWT dan aku harus menerimanya dengan besar hati.Selain itu aku pergi meinggalkan kampung halaman menuju Jogja untuk melanjutkan study ke universitas Muhammadiyah Yogyakarta jurusan Hukum dan aku ingin menjadi pengacara yang membela semua golongan tidak memilih status sosial dan lain- lain.

 
Jendela Khasanah | Copyright © 2011 Diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger